Budaya Jiroft dan Budaya Sungai Helmand (Millennium ke-3 SM) | Berkembang diantara Peradaban Mesopotamia dan Lembah Sungai Indus
Budaya Jiroft dan Budaya Sungai Helmand adalah dua peradaban Zaman Perunggu yang berkembang di wilayah yang kini dikenal sebagai Iran dibagian tenggara dan Afghanistan, dibagian selatan, sekitar milenium ke-3 SM.
Kedua budaya tersebut berkembang, dan saling terkait dengan peradaban besar seperti Peradaban Mesopotamia dan Peradaban Lembah sungai Indus.
Budaya Jiroft dan Budaya Sungai Helmand memiliki ciri khas yang unik dan struktur sosial yang kompleks, menunjukkan adanya hubungan atau interaksi antar kedua budaya tersebut.
Seperti apa perkembangan kedua budaya tersebut? Mari kita simak bersama, masih di Humaniora.
Budaya Jiroft,
adalah peradaban Zaman Perunggu awal yaitu, sekitar milenium ke-3 SM. Secara administrasi, Budaya Jiroft berkembang di wilayah Provinsi Kermān, serta Provinsi Sistan dan Baluchestan di Iran. Dan Pusatnya berada disekitar lembah Sungai Halil dekat kota Jiroft.
Ilmuwan yang pertama kali mengusulkan teori Budaya Jiroft sebagai peradaban independen dengan arsitektur dan bahasanya sendiri adalah seorang arkeolog berdarah Persia, bernama Yusef Majidzadeh.
Peradaban ini dikenal karena seni dan arsitekturnya yang maju, serta dimungkinkan memiliki sistem penulisan sendiri.
Situs utama yang terkait dengan budaya ini adalah Konar Sandal, terletak di lembah Sungai Halil tepat di selatan Jiroft , Provinsi Kermān , Iran, di mana ditemukan sebuah kuil berbentuk mirip ziggurat.
Untuk lebih memahami budaya jiroft, Berikut penemuan penting budaya Jiroft, diantaranya:
1. Sistem Penulisan: Di Konar Sandal Selatan, ditemukan fragmen lempengan tanah liat dengan tulisan dalam dua sistem: satu mirip dengan aksara Elam linier dan satu lagi berbentuk geometris yang belum pernah terlihat sebelumnya. Ini menunjukkan peradaban Jiroft sudah melek huruf dan mungkin menjadi tempat lahirnya sistem penulisan awal.
2. Artefak Berukir: Ditemukan artefak seperti lempengan klorit yang kaya akan ukiran dan lukisan, yang menggambarkan tema-tema mitologis dan budaya, menunjukkan keahlian artistik yang tinggi.
3. Lapis Lazuli: Penemuan potongan lapis lazuli di Konar Sandal menunjukkan adanya jalur perdagangan yang jauh ke Asia Tengah, kemungkinan besar dari tambang di Afghanistan.
4. Bejana Klorit: Bejana batu hitam ini merupakan ciri khas budaya Jiroft dan telah ditemukan di berbagai situs di seluruh dunia kuno, dari Mesopotamia hingga lembah Indus, yang mengindikasikan jaringan perdagangan yang sangat luas.
5. Struktur Bangunan: Di Konar Sandal, ditemukan struktur bangunan yang menyerupai ziggurat, sebuah kuil berbentuk bertingkat yang umum di Timur Dekat kuno, menunjukkan perkembangan urban dan keagamaan yang kompleks.
Penemuan situs dan artefak tersebut, mengindikasikan bahwa budaya Jiroft merupakan kawasan penting bagi peradaban Mesopotamia serta peradaban Lembah Indus, bahkan berpotensi dianggap sebagai salah satu tempat lahirnya peradaban di dunia.
Budaya Sungai Helmand.
adalah kebudayaan periode Perunggu, dan dimungkinkan berkembang awal sekitar milenium ke-3 SM, sezaman dengan budaya jiroft.
Istilah "Peradaban Sungai Helmand" diusulkan oleh seorang arkeolog berasal dari Italia, bernama Maurizio Tosi.
Dia berpendapat bahwa periode perkembangan budaya Sungai Helmand sekitar antara 2500 hingga 1900 SM, bertepatan dengan Puncak perkembangan peradaban Lembah sungai Indus.
Budaya Sungai Helmand secara administrasi berkembang disekitar provinsi Helmand, di bagian barat daya, Afghanistan.
Perlu diketahui bahwa Sungai Helmand, mengalir dari Pegunungan Sanglakh, yang merupakan bagian dari jajaran pegunungan Hindu Kush, membentang dari Afganistan tengah hingga utara Pakistan., menuju ke Cekungan Sistan di Iran.
Perkembangan peradaban Sungai Helmand ditandai oleh temuan situs serta berberapa artefak yang akan diuraikan dalam penjelasan berikut:
1. Situs Mundigak (Afghanistan):
Sebuah situs, yang terletak di provinsi Kandahar, Afghanistan, yaitu sekitar 55 km di barat laut Kandahar.
Situs ini merupakan pusat perkotaan yang penting, dengan bukti peradaban serta sistem irigasi. Diperkirakan kota ini menjadi pusat kebudayaan Helmand pada Zaman Perunggu.
2. Situs Shahr-e Sokhta (Iran):
Situs ini juga dikenal sebagai "kota terbakar", merupakan bukti awal kemunculan masyarakat kompleks di Iran timur, dengan sisa-sisa kota bata lumpur yang diperkirakan didirikan sekitar 3200-1800 SM.
Terletak di Provinsi Sistan dan Baluchistan, Iran tenggara, di tepi Sungai Helmand dekat jalan Zahedan-Zabol.
situs ini Terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2014, Shahr-e Sokhta menawarkan wawasan berharga tentang urbanisme, teknologi, dan organisasi sosial di masa lalu.
Selain situs-situs diatas, terdapat pula temuan artefak dan manuskrip, diantaranya:
1. Tembikar:
Ditemukan tembikar berwarna khas dengan pola geometris, serta penggambaran tumbuh-tumbuhan dan hewan.
2. Pengerjaan Batu:
Teknik pengerjaan batu yang canggih dimasanya, ditemukan dibeberapa situs termasuk situs Mundigak dan situs Shahr-e Sokhta, menunjukkan tingkat spesialisasi teknis yang tinggi.
3. Pengerjaan Logam:
Di situs arkeologi seperti Mundigak (di Afghanistan selatan) dan Shahr-i Sokhta (di Iran timur), terdapat temuan Berbagai artefak logam, termasuk perkakas, perhiasan, dan benda-benda lainnya yang terbuat dari tembaga, emas, perak, dan paduan perunggu (campuran tembaga dengan timah, arsenik, atau timbal).
4. Segel:
Bukti arkeologis berupa segel dan cap segel telah ditemukan di situs-situs utama yang terkait dengan Budaya Helmand, terutama di Mundigak (di Afghanistan selatan) dan Shahr-i Sokhta (di Iran timur).
Artefak ini menunjukkan adanya sistem administrasi dan perdagangan yang berkembang di wilayah tersebut sekitar milenium ke-3 SM.
5. Teks berbahasa Elam:
Ditemukan teks dalam bahasa Elam di situs Shahr-e Sokhta, yang memberikan bukti kontak dan hubungan dengan wilayah barat Iran.
Budaya Jiroft dan Budaya Sungai Helmand memiliki hubungan yang sangat erat. Para arkeolog bahkan berspekulasi bahwa keduanya mungkin mewakili area budaya tunggal atau setidaknya merupakan dua peradaban yang berinteraksi secara intensif pada Zaman Perunggu Awal (sekitar milenium ke-3 SM).
Selain itu, antara budaya Jiroft dan budaya Sungai Helmand yang diapit oleh dua peradaban besar, di barat adalah Peradaban Mesopotamia dan di selatan adalah peradaban lembah Sungai Indus, mereka terkait dalam suatu hubungan yang unik, terutama bersifat perdagangan dan pertukaran budaya yang ekstensif, di mana mereka berinteraksi sebagai pusat peradaban kontemporer dan saingan dagang di milenium ke-3 SM.
Di peradaban Mesopotamia, hubungan ini diperkirakan berkembang ketika masa transisi antara Periode Jemdet Nasr (sekitar 3100–2900 SM), yang berpusat di Irak bagian tengah, hingga periode Kekaisaran Akkadia (sekitar 2350-2150 SM), yang berpusat di kota Akkad, yang diyakini berada di sepanjang tepi barat Sungai Efrat, antara kota kuno Sippar dan Kish.
Komentar
Posting Komentar